" Tolong Semua NGO diarahkan ke TReNDI, dan teman-teman Golput untuk menentukan sikap politik. Pilih TReNDI, karena Pak Taufik dan Abu sudah punya karya nyata!"
(Rahmad Jabari, Koordinator KMBB)
" Tolong Semua NGO diarahkan ke TReNDI, dan teman-teman Golput untuk menentukan sikap politik. Pilih TReNDI, karena Pak Taufik dan Abu sudah punya karya nyata!"
(Rahmad Jabari, Koordinator KMBB)
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ahd |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
abu syauqiAbu Syauqi,dilahirkan dengan nama Deni Triesnahadi. Lahir di Bandung tanggal 11 Februari 1968 dari Pasangan Enden Dewi dan Eddy Affandy. Kemudian, menikah dengan Siti Sumandari dan dikaruniai 5 orang putra dan 1 orang putri.
Riwayat Pendidikan
SD Terang 2 Bandung
SMPN 13 Bandung
SMAN 5 Bandung
LIPIA
Kegiatan&pekerjaan
President Director Rumah Zakat Indonesia (1998 - 2005)
Ketua Dewan Pembina Rumah Zakat Indonesia (2005 - sekarang)
Komisaris PT. Citra Niaga Abadi
Komisaris PT. Niaga Ummul Quro
Ketua IKADI Jawa Barat (2007 - Sekarang)
Perjalanan Abu
Abu Syauqi menemukan Islam dengan cara yang unik. Beliau menemukannya di Pengadilan Negeri Bandung. Suatu ketika, beliau 'bolos' dari sekolahnya SMPN 13 Bandung karena tertarik menonton persidangan aktivis Islam di Pengadilan Negeri Kelas I di jalan Riau. Kasus tersebut melibatkan tokoh-tokoh Darul Islam tahun 1980-an dan Komando Jihadnya sedang disidangkan.
Tak puas menonton sidang, beliau juga rajin membaca tulisan-tulisan tentang para aktivis yang tengah disidang. Itulah awal beliau tertarik untuk mempelajari Islam, agama yang sudah beliau anut sejak lahir.
Sehingga menginjak SMA, Abu menjadi remaja yang senang ke mesjid dan aktif kegiatan keagamaan serta rajin melakukan bakti sosial. Bahkan pernah suatu ketika beliau dan anggota remaja mesjid lainnya mengumpulkan pakaian dan makanan untuk dibagikan ke masyarakat miskin di Tegallega. Kemudian beliau dan teman-temannya meringkuk di penjaran Garnisun dengan alasan "Dilarang membagi-bagikan makanan di daerah miskin oleh mesjid tanpa ada penjelasan mengapa". Maklum, saat itu (ORBA), segala kegiatan serba diawasi.
Pengalaman masa muda, membuat Abu sangat peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Hal itu beliau buktikan dengan membangun Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) pada 2 Juli 1998. Tujuannya, agar harta masyarakat yang kaya bisa dibagikan pada masyarakat kurang mampu dalam bentuk zakat. Hal ini merupakan salah satu solusi konkrit pemberantasan kemiskinan.
Kemudian, DSUQ berubah nama menjadi Rumah Zakat Indonesia DSUQ seiring dengan turunnya SK Menteri Agama RI No. 157 pada tanggal 18 Maret 2003 yang mensertifikasi organisasi ini sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional.
Menurut Abu, lembaga zakat sangat pas untuk membantu masyarakat miskin. Hanya saja, saat ini masalah kepercayaan terhadap lembaga amil zakat ini membuat masyarakat ragu untuk menyalurkan zakatnya. ''Hal ini bisa dimengerti, karena di masa Orde Baru dulu, lembaga amil zakat memang dinilai kurang amanah,'' ujarnya.
Sampai saat ini beberapa sekolah gratis sudah di bangun, rumah bersalin gratis, serta layanan serba gratis lainnya. Bahkan lebih dari 13.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh indonesia sudah tersantuni biaya sekolah dan kebutuhannya.
Itulah Abu Syauqi, sosok enterpreneur yang berjiwa sosial. Perpaduan yang sempurna. Beliau tidak akan bisa tenang, jika orang-orang di sekelilingnya berada dalam kemiskinan dan kedzholiman. Berbekal pengalaman dan keinginan untuk saling berbagi membuat beliau ingin berkontribusi lebih konkrit untuk Kota Bandung, kota kelahirannya. Walaupun DPD PKS baru menghubungi beliau beberapa jam sebelum Deklarasi, dengan semangat juang yang tinggi beliau menerimanya. PKS menilai Abu-Syauqi adalah pasangan yang cocok untuk Dr.H. Taufikurahman. Dr. Taufik, Akademisi dan aktivis lingkungan, serta Abu Syauqi pengusaha dan aktivis sosial merupakan perpaduan yang mantap untuk memberikan pencerahan bagi Kota Bandung.
Keluarga Abu
Abu&Keluarga
Siti Sumandari, dilahirkan pada 14 Desember 1967. Abu Syauqi menikahi beliau ketika beliau masih kuliah di Fisika UNPAD dan kemudian dikarunia 6 orang anak.
Putra pertama beliau, Syauqi Mujahid Rabbani, dilahirkan 30 April 1990,
dan sekarang kuliah di Singapore (Human Resources Management). Nama inilah, yang membuat beliau dikenal dengan sebutan Abu Syauqi (Bapaknya Syauqi).
Kemudian Hamzah Romzul Qurani, 20 Agustus 1991, dan sekarang, Ma'had al-Imarat
Syahid Hasan al-Banna, 5 November 1992, sekarang juga di Ma'had Al Imarat.
Putra keempat beliau, Muhammad Sholahuddin al-Ayyubi 9 September 1993, SMPI al-Ghifari.
Putri beliau satu-satunya, Mutiah Quraniah 9 Mei 1995, sekarang SMP Cendikia Muda
Dan terakhir, putra bungsu beliau Abdulmajid Alzindani 15 Desember 1996, SMP Cendikia Muda.
Paid for by Taufikurahman Center. Jl Sukajadi 142 Bandung. info@taufikurahman.com.Call TRENDI : 022 70828345. RSS.